Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2022

PAWANG

MOTOLING , di tahun 1980an awal, waktu itu saya masih kanak-kanak. Bersama oma ke kebun milik keluarga satu-satunya. Nama perkebunan itu Mawale. Di kebun yang tidak terlalu luas ini tumbuh pohon kelapa, cengkih, enau dan sedikit pohon kopi. Tiba di kebun, oma menengadah ke langit yang sedang mendung. Ini pertanda akan turun hujan. Lalu, dia menengada ke tanah, meraih satu jenis rumput lalu mengikat batangnya dan mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Tontemboan. Saya tidak lagi ingat persis kata-katanya. Namun, itu semacam doa memohon kepada Yang Ilahi agar sekiranya mendung boleh berlalu sehingga tidak turun hujan. Saya tidak pernah tanya, mengapa harus mengikat batang rumput. Tapi, dari kata-kata dalam doa yang saya ingat, itu sepertinya adalah simbol yang menjadi tanda bahwa dia sebagai manusia yang memohon menyatakan lagi ikatannya (hubungannya) dengan Apo Kasuruan (Yang Ilahi) bersama alam. Karena, mungkin dengan adanya ikatan atau hubungan spiritual tersebut maka Apo Kasuruan...