Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2019

Masa Kecil Alexius Impurung Mendur di Kawangkoan

Alexius Impurung Mendur, seorang fotografer jurnalistik asal Talikuran, Kawangkoan, di masa kecil adalah seorang anak yang rajin, pinter dan memiliki semangat yang tinggi untuk maju TALIKURAN , Kawangkoan, 7 Nopember 1907 . Di sebuah rumah, terdengar tangisan seorang bayi. Seorang bayi laki-laki baru lahir. Ayah si bayi bernama August Mendur . August lahir pada 25 Juli 1888 dan ibu si bayi bernama Ariance Mononimbar (Kel. Mendur-Mononimbar). Orang tua August Mendur, kakek dan nenek si bayi, ayah bernama Robert Mendur , ibunya Yohana Masengi (Kel . Mendur-Masengi). Kelak bayi laki-laki ini menjadi orang hebat di dunia fotografi. Namanya Alexius Impurung Mendur atau dikenal dengan nama Alex Mendur. Seorang fotografer jurnalistik yang telah mendokumentasikan beberapa peristiwa penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Alex bersama saudara dan teman-temannya asal Minahasa, kemudian mendirikan Indonesia Press Photo Service (IPPHOS). Buku berjudul Alexius Imp...

Nyanyian Para Soldadu dalam Perang

  Tentara KNIL di Batavia tahun 1930. (Sumber:  http://www.indonesia-dutchcolonialheritage.nl ) Para soldadu di medan  selalu dibayang-bayangi oleh kesedihan, putus asa dan kematian, mereka butuh hiburan, maka sebuah buku berisi kumpulan nyanyian diterbitkan untuk mereka TANGGAL 1 Januari 1800, secara resmi VOC dibubarkan. Sejak pertama kali datang ke kepulauan ini, VOC memang mengandalkan militer. Tahun 1630, dengan militernya yang maju, Belanda (VOC) mulai berhasil merebut hegemoni perdagangan melalui jalur laut di kepulauan ini. Dari Ambon, ia kemudian ke Batavia dan melebarkan kekuasaanya hingga banyak tempat. Setelah VOC dibubarkan, datanglah bentuk kekuasaan baru: Pemerintah Hindia Belanda. Militer tetap menjadi ujung tombak dalam menaklukan dan menguasai. Perlawanan kerjaan-kerajaan atau komunitas-komunitas pribumi mesti diredam dengan kekuatan militer yang terlatih dengan jumlah yang terus bertambah. Tentara pemerintah Hindia Belanda tida...

Pelabuhan Manado Pada Awal Abad 20

Pelabuhan Manado di masa kolonial. (https://id.pinterest.com) Pada awal abad 20, pelabuhan Manado ramai dikunjungi kapal-kapal untuk melakukan aktivitas perdagangan, kopra adalah produk andalan yang diekspor dari pelabuhan ini PELABUHAN Manado di awal abad 20 memegang peranan penting bagi ekonomi di jazirah utara Celebes. Kapal-kapal dari berbagai daerah dan negara ramai berlabuh di pelabuhan ini. Kopra adalah barang ekspor andalan. “ Jumlah koprah, salah satu barang ekspor utama, yang dikirim pada tahun 1914, 1915 dan 1916, adalah 142.000, 89.000 dan 120.000 pikul,” demikia buku berjudul Netherlands East Indian Harbours , diterbitkan oleh Netherlands-East-Indian Government ,Batavia 1920. Disebutkan, pelabuhan Manado memiliki pengaruh dalam arus perdagangan di Hindia Belanda. Muara Sungai Tondano adalah penopang utama pelabuhan itu. Dulunya, muara ini tidak terlalu baik untuk navigasi. Muara sungai yang semakin dangkal ke arah bibir pantai, membuat pelab...