PERCAKAPAN yang tak menyenangkan dengan tuang pandita Duverman tak membatalkan rencana Mandey pergi ke rumah tonaas Pandei. Ia terlambat. Mandey kini berada di depan sebuah rumah panggung. Pekarangan rumah ini ditumbuhi beberapa jenis tanaman. Tanaman tawaang terdapat di hampir setiap pinggiran pekarangan. Tepat di bagian depan rumah, sebuah patung manusia terbuat dari kayu setinggi orang dewasa berdiri. Patung ini menandakan bahwa pemilik rumah ini adalah tona’as atau walian sebab ia terkait dengan foso-foso yang dilakukan. Sebuah watu lonjong meruncing ke atas berdiri di sudut pekarangan. Saat melakukan foso tertentu yang dipimpim walian , orang-orang mengitari watu itu. Di sebelah rumah panggung itu, seorang lelaki tua sedang duduk di bale-bale bulu [1] . Pohon-pohon yang tumbuh di situ membuat sinar matahari tak langsung mengenai orang-orang di bawahnya. Lelaki tua itu mengenakan celana setinggi lutut. Kepalanya ditutupi poporong [2] te...
Hari ini di masa lalu