Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2020

Tuhan ke Mana?

AGAMA -agama dan ruang-ruang sosial sepi. Virus Corona menyerang manusia, masyarakat dan peradaban. Hal keagamaan dan kerutinan masyarakat sejenak berhenti. Peradaban memasuki masa hening. Orang-orang dunia banyak yang terkena penyakit Covid-19. Banyak yang meninggal. Virus Corona menyerang peradaban yang telah dibangun lama. Masyarakat dunia cemas, panik, takut.   Negara-negara sedunia punya prosedur bersama secara global menghadapi virus ini. Agar virus tidak menyebar, menurut prosedur global itu, masyarakat mesti menjalankan ‘social distancing’. Bentuknya antara lain, mengurangi atau mendiadakan pertemuan-pertemuan dan jabat tangan. Nah, ini soal bagi orang-orang beragama. Ritual mesti melibatkan banyak orang. Ibadah di gereja Minggu, Sholat Jum’at, sembayang di Klenteng, di Pura, dlsb, dibatasi atau dianjurkan agar tidak dulu dilakukan. Lalu, jabat tangan yang sudah dianggap bagian dari tindakan keaagamaan juga untuk sementara tidak diperbolehkan. Soal terak...

Covid-19

Oleh Denni H.R. Pinontoan SALING ber s alaman, untuk sekarang ini, dianjurkan baiknya tidak dilakukan dulu. Apalagi cipika-cipiki . Dulu larangan bersalaman antar orang-orang tertentu terutama karena alasan agama. Alasannya bersifat doktrinal. Sesuatu yang tak dapat diindera. T erkini, anjuran itu karena bahaya virus yang bernama corona. Itu juga karena sesuatu yang tidak dapat diindera dengan mata telanjang. Kontak langsung berbahaya menyebarnya virus corona itu. Orang yang terinfeksi virus ini akan terkena jenis penyakit baru bernama Covid-19 (Coronavirus Disease 2019). Bermula di Wuhan, China, kini sudah menyebar ke kira-kira 104 negara. Ia lalu mendapat gelar sebagai "pendemi global". Virus ini menyebar cepat. Satu orang diketahui dan ditetapkan positif, maka akan muncul dugaan untuk banyak orang. Seorang yang terinfeksi itu, sebelum diketahui dan positif terkena virus, pasti ia pernah melakukan kontak dengan banyak orang. Manusia itu mak...

Wabah Virus Cacar di Minahasa tahun 1908 Rengut 230 Nyawa

Pelabuhan Amurang awal abad 20 PENYAKIT cacar masih membahayakan orang-orang Minahasa hingga awal abad 20. Wabah penyakit terparah terjadi pada pertengahan abad 19. Populasi Minahasa menurun drastis. Sejak beberapa tahun sebelumnya, pemerintah telah berupaya melakukan vaksinasi. Tapi itu ternyata belum dapat menahan penyebaran virus cacar di Minahasa.   “P ada bulan Desember 1907 - kasus cacar pertama ditemukan di Romoöng (Amurang) ,” tulis Fred H. Wuller, seorang dokter Belanda dalam Is wettelijke Vaccinatie-en Revaccinatiedwang noodzakelijk, gewenscht en mogelijk? (1915). Wuller datang ke Keresidenan Manado untuk melakukan upaya pemberantasan penyakit tersebut. Dia juga melakukan penyelidikan terkait penyebab dan tingkat penyebaran wabah tersebut. Dalam catatannya, Wuller mengatakan, dia lumayan leluasa melakukan pekerjaannya karena kepala di Amurang menyambut dengan ramah dan mendukung pekerjaannya. Wuller menulis, pada tanggal 1 Januari 1908, juml...