Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2022

Tradisi "(Ma)Wolay": Satu Nama, Dua Bentuk

  Setiap bulan Januari, terutama pada hari Minggu pertama, dst dalam perayaan Kuncikan, di Desa Tondey dan Poopo, Minahasa Selatan ada yang khas dan unik. Di Tondei, sekelompok orang masing-masing memakai kostum hitam yang yang terbuat dari ijuk enau (gomutu seho) meniru hewan yaki berjalan mengelilingi kampung. Berbeda di Desa Poopo, beberapa orang memakai topeng besar menutupi tubuh yang terbuat dari pangkal pelepah daun pohon tewasen (pohon rumbia) berparade di jalan. Bentuk penampilan keduanya berbeda, tapi sebutannya sama: "Wolay" atau "Mawolay". "Wolay" adalah kata Minahasa untuk menyebut hewan "yaki", monyet hitam Sulawesi (macaca nigra). Sebetulnya di desa Tondei yang memang tampaknya meniru langsung penampakkan "wolay". "Wolay" di Poopo lebih tampak topeng dengan lukisan warna-warni. Sekarang ini, tradisi "wolay" adalah pertunjukkan khas kuncikan yang menghibur warga setempat dan tamu yang menikmati suas...