Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2025

ST20, Angkot Legendaris yang Pernah Lalu-lalang di Jalanan Manado

Orang Manado di tahun 1980-an sampai tahun 1990-an pasti akrab dengan angkot yang satu ini: Suzuki Carry ST20. Akrab orang-orang menyebut dengan “ST20” saja. Angkot populer mengantar warga ke pasar, bendar, kantor, atau ke sekolah. Kini, hampir tidak lagi terlihat di jalanan Manado yang semakin sesak. ST20 punya suara khas. Brum-brum serak, seperti batuk kecil. Anak-anak menyebutnya truntung, meniru bunyi mesin dua-taknya. Julukan itu melekat. Sampai sekarang orang masih bisa tersenyum kalau mendengar kata “truntung”. Di Manado, ST20 hadir di banyak trayek. Dari Karombasan ke Pasar 45. Dari Malalayang ke pusat kota. Dari Paal Dua ke Bahu. Mobil kecil, tapi gesit. Mampu menyusup di jalan sempit dan menanjak bukit. Sopir dan penumpang sama-sama percaya diri naik ST20. Awalnya, ST20 lahir di Jepang. Pertengahan 1970-an, Suzuki merilisnya sebagai kendaraan niaga kecil. Bermesin 2-tak, tiga silinder, kapasitas sekitar 550 cc. Tenaganya tidak besar, tapi cukup. Badannya mungil, ringkas, dan ...

Asal usul Judul Novel karya Marianne Katoppo, "Raumanen"

Nama "Raumanen" sebagai judul sebuah novel ternyata menyimpan jejak yang panjang dan personal bagi penulisnya, Marianne Katoppo. Ia bukan sekadar bunyi yang indah atau karakter rekaan biasa. Nama ini lahir dari pertemuan yang nyaris kebetulan, namun sarat makna, dan kemudian menjadi titik tumpu seluruh kisah yang berkembang dari serpihan catatan hidup dan nostalgia masa muda. Awalnya, kisah "Raumanen" hanyalah salah satu bab dalam novel pertama Katoppo yang berjudul "Dunia Tak Bermusim". Namun karena dirasa memiliki fokus dan napas yang berbeda, bagian itu dipisahkan dan dikembangkan menjadi novel sendiri. Pada tahun 1974, Katoppo baru kembali ke Indonesia setelah tujuh tahun bermukim di luar negeri: Jepang, Inggris, dan Swedia. Ia merasa asing di negeri sendiri. Kawan-kawan lamanya sudah menjadi pakar, pejabat, pengusaha, sementara ia merasa ada kesenjangan pengalaman yang tak mudah dijembatani. Dalam kesunyian itu, dorongan untuk menulis menjadi pelampia...

Merdeka dari Bayang Kolonialisme: Dari Mitos 350 Tahun hingga Jalan Baru Studi Kebudayaan Minahasa

        Pengantar Ide untuk menulis pokok ini muncul dalam diskusi Mawale Cultural Center di "Wale Kalutay" (kediaman saya dan keluarga), Sabtu, 20 September 2025. Topik diskusi seputar rencana penulisan dan penerbitan buku "Memerdekakan (Tou) Minahasa part 2". Buku part 1 terbit tahun 2010. Maksud diskusi ini adalah mendiskusikan tentang perkembangan kebudayaan kontemporer yang nanti menjadi konteks kajian dan penulisan artikel oleh masing-masing penulis. Dari macam-macam ide yang muncul, isu yang mengundang diskusi hangat adalah tentang epistemologi dan metodologi, dan bagian darinya menyinggung tentang teori poskolonial dan dekolonisasi metodologi. Meskipun tidak ada kesimpulan yang terumus, tapi hal menarik yang sempat muncul dalam percakapan adalah tentang pentingnya cara pandang yang melampaui dari wacana, teori atau pendekatan-pendekatan yang tidak menjadikan tou dan kebudayaan Minahasa secara umum sebagai subjek.   “Kolonialisme” yang Masih Perl...