Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2026

Makna Masehi Minahasa Berdiri Sendiri 30 September 1934

  Gereja Tua Tinoor Jelang GMIM berdiri sendiri pada 30 September 1934, terjadi perdebatan antara Pdt. Ernst Anton Adriaan de Vreede dan Pdt. Albertus Zacharias Runturambi Wenas. Keduanya adalah pendeta De Protestantsche Kerk in Nederlandsch-IndiĆ« (atau Indische Kerk). Tapi yang satu Belanda, dan yang satunya lagi Minahasa. Pokok perdebatan mereka adalah kata “di” dalam nama gereja yang akan mandiri dari Indische Kerk itu. “Gereja Masehi Injili di Minahasa” atau “Gereja Masehi Injili Minahasa”. Pdt. De Vreede ingin ada kata “di”, sementara Pdt.Wenas menolaknya. Tapi, katanya kemudian, Pdt. Wenas justru mengakui bahwa Pdt. De Vreede yang benar, bahwa dalam nama GMIM harus ada kata “di”. Tapi, sejak berdiri pada tanggal 30 September 1934, pendapat Pdt. Wenas yang diterima, nama gereja ini adalah “Gereja Masehi Injili Minahasa”, tanpa kata “di”. Penggunaan kata “di” nanti resmi tahun 1990-an. Namun, yang menarik, menurut Pdt. D.M. Lintong dalam sebuah bukunya, justru adanya burun...