Skip to main content

Kelahiran Internet


Sejarah internet sudah dimulai tahun 1960-an. Ini gara-gara Amerika merasa ”dikalahkan” oleh Rusia dalam hal pengembangan teknologi. Sebab pada tahun 1957 Uni Soviet telah berhasil meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik. Untuk bisa menyainginya, maka Amerika membentuk sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat, namanya Advanced Research Projects Agency (ARPA). ARPA dimaksudkan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu sasarannya adalah teknologi komputer. 

Tahun 1969 ARPA mengembangkan jaringan komputer, yang kemudian disebut Advanced Research Project Agency Network (ARPANET). Mereka mampu mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. 

Jaringan komputer ini juga dimaksudkan untuk menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir serta untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan. 

Ilmuwan dibelakang keberhasilan ARPANET adalah Leonard Kleinrock. Ia dijuluki “bapak internet” karena pada 29 Oktober 1969 ialah yang berhasil mengembangkan jaringan komputer yang kemudian disebut internet. Ia juga disebut-sebut sebagai salah satu pelopor jaringan komunikasi digital. 

Meski pengembangannya internet dilakukan oleh pemerintah, yaitu melalui departemen pertahanan, namun penelitian dan eksperimen-eksperimennya dilakukan di sebuah universitas tertanama di Amerika. Situs University of California, Los Angeles, dailybruin.com April 2011 melansir berita tentang pelacakan sejarah pengiriman email pertama. Leonard Kleinrock memang sejak pertengahan tahun 1960-an sudah bekerja di UCLA sebagai profesor ilmu komputer. ARPANET memang bekerjasama dengan UCLA. Pada mulanya hanya ada empat situs yang saling berhubungan, yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, dan University of Utah.

Comments

Popular posts from this blog

Riwayat Lagu ‘Sayang-sayang Si Patokaan’

Lagu 'Patokaan' pada iklan Haagsche Courant edisi Februari 1928 “Sayang-sayang si Patokaan” lagu rakyat asal Minahasa yang bemula dari saling ejek antar orang-orang di beberapa kampung di Tonsea, bagian utara tanah Minahasa. Dalam perjalanannya, lagu ini sering disalahartikan. SUATU hari di tahun 1950-an, Wilhelmus Absalom Reeroe, waktu itu sebagai mahasiswa di Jakarta menyaksikan sebuh kapal perang Uni Soviet yang berlabuh di Tanjung Priok, Jakarta. Sebagian penumpang kapal turun untuk main sepak bola persahabatan di lapangan Ikada. Sebelum pertandingan di mulai, orang-orang Uni Soviet ini terlebih dahulu menyanyikan sebuah lagu yang sangat dikenal oleh Roeroe sejak masa kanak-kanaknya di Kakaskasen, Minahasa. Lagu “Sayang-sayang si Patokaan”. Aslinya, syair lagu ini ditulis dalam bahasa Tonsea. “Terkejutlah juga kami mendengarnya,” tulis Roeroe dalam bukunya I Yayat U Santi, terbit tahun 2003. Di masa perpeloncoan mahasiswa di tahun 1950-an itu, kata Roero...

Awal Mula Gerakan Pantekosta di Tanah Minahasa

Sekolah Alkitab di Surabaya tahun 1941 Orang-orang Minahasa di tanah rantau, bertemu dan meyakini gerakan Pantekosta yang diperkenalkan oleh para missionaris keturunan Belanda yang bermigrasi ke Amerika. Lalu para penginjil ini pulang kampung dan menyebarkan gerakan Pantekosta di tanah asal mereka. PELABUHAN Amurang, 13 Maret 1929. Sebuah kapal penumpang yang berlayar dari Surabaya baru saja berlabuh. Dua penumpang di antaranya sedang menjalankan misi gerakan Pantekosta. Julianus Repi dan Alexius Tambuwun, nama dua penumpang itu.    Di Tanah Jawa, tanah perantauan, mereka mengenal dan belajar aliran kekristenan ini. Di tanah asal mereka, Minahasa jemat Kristen Protestan sudah berdiri sampai ke kampung-kampung sejak beberapa abad lampau. Dengan semangat yang menyala-nyala, dua pemuda ini bertekad pulang ke tanah kelahiran untuk menjalankan misi.   "GPdI masuk di Sulut ketika itu dikenal dengan Sulutteng pada awal Maret 1929. Julianus Repi dan Alexius Tambu...

Angkot Manado Tempo Doeloe, Dari Bemo ke ‘ST20’

Salah satu terminal di Kota Manado tahun 70-an. Foto: Expose Manado Juli 2015 Jenis mobil angkutan kota (angkot) di Kota Manado mengikuti trend dari Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Riwayat perjalanannya, dari bemo ke ‘ST20'. Oto Becak, Oto Kacili Kase Lari Sambilan Puluh Banyak Orang Suka Pa Ngana Ngana Bilang Ngoni Jo dulu Lagu ini populer di kalangan orang-orang Minahasa sampai tahun 1990-an. Tapi mungkin ia sudah ada sejak tahun 1960-an. Rupanya ia menggambarkan   kehidupan masyarakat Manado masa itu. Tentang   teknologi kendaraan umum. “ Oto becak, oto kacili” hendak mau menyebut jenis angkutan umum   populer di kota Manado dan kota-kota lain di Indonesia masa itu. Namanya bemo atau becak motor. Bemo adalah kendaraan beroda tiga dengan mesin sepeda motor sebagai angkutan dalam kota yang umum di Indonesia tahun 1960-an. “Luar Jawa seperti Medan, Ujung Pandang dan Menado, ia menjadi dasar untuk angkutan umum berjurusan tetap,” ...